Pondok Pesantren NU | Darul Hikam Mojokerto

Pondok pesantren NU banyak tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terutama di wilayah pesisir, karena dalam sejarah Wali Songo banyak berdakwah di wilayah pesisir. Sehingga pondok pesantren khas NU seperti Langitan, dan Al Anwar Sarang, berada di wilayah pesisir pulau.

Namun demikian kali ini kami akan membahas pondok pesantren khas NU di Mojokerto, Darul Hikam. Pesantren ini diasuh oleh KH. Masruhan Choteb, hafidz dan imam besar masjid di Singapura. Profilnya bisa dilihat di sini.

Nuansa Khas Pondok Pesantren NU

Nuasana khas NU sangat kental di pesantren dengan santri berjumlah ratusan ini. Pertama adalah dari segi pembinaan akhlaq. Pesantren ini memiliki pembinaan akhlaq melalui dzikir. Kalau ada yang akhlaqnya jauh dari harapan, maka diasingkan sejenak ke pesantren lain yang memiliki fasilitas lebih minim.

Tujuannya, agar santri memahami bahwa ada hidup yang lebih prihatin dari dirinya, sehingga harus benar-benar memaknai hidup dengan sempurna. Jangan disia-siakan.

Pondok pesantren ini ketika menghukum santrinya juga unik, justru diminta shalat sunnah hingga sepuluh rakaat. Semakin besar kesalahannya, bisa sampai dua puluh rakaat. Kata pimpinan pondoknya, “Semoga shalat itu yang akan memperbaiki akhlaqnya”.

Amaliyah ibadah khas NU juga banyak dilakukan. Seperti dzikir bersama, mengaji bersama. Apalagi pendidikan lainnya, seperti membaca kitab kuning. Meskipun membaca kitab kuning di pesantren ini tidak sekental Langitan, Sidogiri, atau Lirboyo.

Keistimewaan Pondok Pesantren NU Darul Hikam

Yang istimewa dari pondok pesantren NU yang satu ini adalah tahfidz Qurannya. Tahfidz Qurannya menghiasi pendidikan formal. Sehingga setiap semester memiliki kewajiban untuk menghafalkan minimal ½ Juz.

Tergantung program yang diikuti, jika mengikuti program intensif, maka satu semester wajib menghafal 2 Juz. Bagi pesantren NU di dekat terminal Mojokerto ini, tahfidz Quran menjadi unsur paling penting bagi setiap santri. Sehingga masing-masing punya kewajiban untuk terus menghafal.

Mengingat pimpinan pondoknya adalah hafidz, dan imam besar di Singapura, maka pesantren ini memiliki metode khusus yang disebut musyafahah bit talqin. Atau metode mentalqin al Quran kepada santri. Kami sendiri melihat pengasuh pesantren mendampingi santri.

Bahkan kami sempat mendengar bacaan KH. Masruhan Choteb ketika menjadi imam shalat. Videonya bisa diperiksa di sini!

Jika mengikuti program tahfidz biasa, paling tidak dalam satu tahun mampu menghafal 1 juz. Oleh sebab itu pesantren ini cukup istimewa dan layak dijadikan destinasi pendidikan santri. Prestasinya juga cukup mentereng, pernah meraih nilai tertinggi IIUN, pada tahun 2015. Artinya prestasi umumnya juga cukup bagus.

Oleh sebab itu, jika ingin mencari pondok pesantren NU, maka pesantren Darul Hikam Mojokerto layak dijadikan rujukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *