Asrama Pesantren Darul Hikam

Asrama pesantren Darul Hikam seperti layaknya asrama pondok pesantren modern. Modelnya setiap anak diberi tanggung jawab terhadap kamar, dengan pola pengawasan dari mudabbir, atau pendidik selama dua puluh empat jam.

Ketika pagi dibangunkan untuk segera melaksanakan shalat subuh berjama’ah. Begitu juga dengan waktu lainnya, setiap anak selalu diingatkan kegiatan yang harus dilewatinya. Mudabbir akan keliling untuk mengingatkan santri. Jika sudah waktu tahfidz datang juga demikian, semua diingatkan.

Antara putra dan putri asrama terpisah. Jika santri putri langsung berhadapan dengan rumah pimpinan, KH. Masruhan Choteb. Sehingga pengawasan jauh lebih ketat.

Asrama pesantren Darul Hikam tidak bermodel seperti pondok klasik yang hanya diberi tempat tinggal saja. Namun terkadang untuk tidur bisa dimana saja. Pesantren Darul Hikam memperhatikan antara luas dengan kapasitas.

Rata-rata kamar di pesantren Mojokerto ini dihuni dua puluh orang. Luasnya lebih dari cukup. Ukurannya, ketika tidur setiap anak tidak berhimpitan. Ada ranjang tingkat dengan bahan kayu. Kasurnya pun tidak tipis.

Ada keuntungan berada di wilayah menuju Pacet, tempat wisata pegunungan, tempat pemandian air panas. Udara di sekitar kecamatan Puri tidak sepanas kota, apalagi jika dibandingkan dengan Surabaya, cukup nyaman.

Sedangkan untuk almari, disediakan almari besar dengan beberapa pintu. Satu santri mendapatkan hak satu pintu yang akan diserahkan satu kunci. Dari hal ini setiap santri dilatih kemandirian hidup. Tanggung jawab menjaga almarinya sendiri.

Untuk kamar mandi disediakan satu di dalam. Selebihnya di luar.

Jika di pesantren klasik kamar dibagi berdasarkan daerah, asrama pesantren Darul Hikam tidak menganut sistem demikian. Semua dicampur agar mendidik pola hidup menghadapi masyarakat yang heterogen.

Pendidikan di Asrama Pesantren Darul Hikam

Yang dilatih dari pendidikan di kamar adalah cara menghadapi orang. Cara berkomunikasi dengan orang yang berbeda daerah. Cara menghadapi orang dengan sifat yang tidak sama.

Apalagi di era millennial seperti sekarang, komunikasi langsung justru tidak banyak terjadi. Chat, dan komunikasi virtual lainnya menjadikan siswa memiliki kelemahan besar pada aspek cara berkomunikasi. Asrama pesantren Darul Hikam didisain untuk pola pendidikan berkomunikasi antar siswa berjalan lebih baik.

Kesimpulan kami, asrama pesantren Darul Hikam tidak menghadirkan kemewahan fasilitas seperti layaknya boarding school yang mengistimewakan siswanya. Tapi tetap menghadirkan unsur pendidikan di asramanya.

Sehingga didisain sederhana namun tidak melepaskan kebutuhan dasar siswa seperti tempat tidur, tempat tinggal, dan almarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *